Jiwa Suci

Pada akhirnya aku tahu. Banyak jiwa-jiwa baik nan tulus bertebaran di bumi Mu. Hanya saja mereka lebih suka bermanfaat dalam kesunyian. Diam-diam menatap lamat banyak tawa di panti itu. Atau diam-diam datang membawa semobil truk bantuan.

Alih-alih congkak, mereka justru bersembunyi dari keramaian. Berlandaskan untuk kebahagiaan umat. Siapa yang memilih mereka? Tidak ada. Mereka keluar dan menodongkan diri sendiri. Tanpa ada pujian atau janji program belaka. Mereka tanpa harga. Tak layak juga digantikan dengan harta.

Hasrat mereka hanya satu mencari ridho Ilahi katanya. Tujuan mereka hanya satu bahwa dunia tidak boleh menjadi tempat berputus asa. Maka biarkan diri miskin karena itu berarti Tuhan mampu menunjukan kebesaran Nya. Jadi biarkan Tuhan merayu melalui angin tipis. Namun membawa kesejukan.

Pada akhirnya aku tahu. Jiwa-jiwa baik nan tulus itu dikelola oleh mereka yang tak pernah menginginkan dunia. Mereka berpijak hanya pada bagaimana cara mengisi tabungan akhirat kelak. Sekali lagi merekalah yang sepatutnya dikata sebagai pahlawan.

Hanya dalam persembunyiannya. Mereka diam-diam bahagia menatap lamat banyak tawa di Panti itu. Mereka diam-diam datang membawa semobil truk bantuan. Mereka diam-diam memasarkan bahwa hanya janji Tuhan yang benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

9 Alasan Memilih Rice Cooker Digital Low Sugar Sekai